Dimeteraikan oleh Roh Kudus, Diperlengkapi untuk Bersaksi
Sakramen Krisma adalah sakramen yang menyempurnakan rahmat baptisan. Melalui pengurapan dengan minyak krisma dan penumpangan tangan, umat Katolik dimeteraikan oleh Roh Kudus dan dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yang dewasa dalam iman.
Krisma bukan seremoni kelulusan. Ini peneguhan identitas: dari sekadar penerima iman menjadi pewarta iman.
Apa Itu Sakramen Krisma?
Sakramen Krisma (Penguatan) memberikan kepenuhan Roh Kudus kepada umat yang telah dibaptis. Sakramen ini memperdalam persatuan dengan Kristus dan Gereja, sekaligus memperlengkapi umat dengan kekuatan rohani untuk hidup dan bersaksi di tengah dunia.
Dasarnya jelas dalam Kitab Suci:
“Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.”
(Kisah Para Rasul 1:8)
Roh yang sama, tugas yang sama—hanya konteksnya yang berubah.
Makna Sakramen Krisma
Melalui Sakramen Krisma, Gereja menegaskan beberapa rahmat penting:
- Pencurahan Roh Kudus secara penuh
Umat diteguhkan untuk hidup sebagai murid Kristus yang matang. - Pemateraian rohani yang kekal
Sakramen ini memberi meterai yang tidak dapat dihapus—identitas sebagai milik Kristus. - Kekuatan untuk bersaksi
Iman tidak lagi disimpan rapi di dalam, tetapi dihidupi dan dibagikan keluar. - Pendewasaan iman
Krisma menandai kesiapan umat untuk mengambil tanggung jawab dalam kehidupan Gereja.
Tanda dan Lambang dalam Sakramen Krisma
Sakramen Krisma dirayakan dengan tanda-tanda yang sarat makna:
- Penumpangan tangan
Tanda turunnya Roh Kudus, seperti yang dilakukan para rasul. - Pengurapan dengan minyak krisma
Minyak wangi yang melambangkan pengudusan, kekuatan, dan perutusan. - Ucapan: “Terimalah tanda karunia Roh Kudus”
Kalimat sederhana, maknanya kekal.
Ini bukan simbol kosong—ini bahasa iman yang telah dipakai Gereja sejak berabad-abad lalu.
Siapa yang Dapat Menerima Sakramen Krisma?
Sakramen Krisma dapat diterima oleh:
- Umat Katolik yang telah dibaptis
- Telah menerima Sakramen Ekaristi
- Telah mengikuti persiapan atau katekese krisma
- Memiliki niat bebas dan sadar
Sakramen ini hanya dapat diterima satu kali seumur hidup.
Pelayan Sakramen Krisma
Setiap calon krisma didampingi oleh wali krisma, yang bertugas:
- Menjadi teladan iman
- Mendampingi pertumbuhan rohani
- Membantu calon krisma hidup sesuai imannya
Wali bukan sekadar formalitas. Ia saksi hidup iman.
Sakramen Krisma dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah menerima Sakramen Krisma, umat dipanggil untuk:
- Aktif dalam kehidupan menggereja
- Berani bersikap sebagai orang beriman
- Menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat
Iman yang dewasa tidak diam. Ia bergerak.
Penutup
Sakramen Krisma adalah perutusan. Roh Kudus tidak diberikan agar kita merasa aman, tetapi agar kita berani. Berani hidup benar. Berani setia. Berani menjadi terang di dunia yang sering memilih gelap.
Krisma bukan garis akhir,
melainkan garis start.
Roh Kudus menyala,
kini giliran kita melangkah.
