Fakta-Fakta Tentang Santo Petrus
Santo Petrus
Salah seorang rasul Tuhan Yesus yang terpilih juga menjadi pemimpin kelompok 12 Rasul utama serta Bapa Paus pertama dalam Gereja Katolik. Bersama Santo Paulus, mereka dianggap sebagai sokoguru Gereja.
Menurut Injil Yohanes (1: 44), Santo Petrus lahir di kota Betsaida, daerah Galilea. Sebuah desa nelayan di tepi Danau Genesaret.
Santo Petrus terkenal dengan sikap dan sifat: spontan (Mat 16: 16, 17: 4, 26: 33; Luk 24: 12), pemberani (Mat 14: 28, 16: 16), jujur, murah hati, pekerja keras (Luk 5: 5), rendah hati (Luk 5: 8; Kis 10: 26), namun awalnya juga seorang penakut (Mat 14: 30; 26: 69-74) dan mudah tersulut emosi (Mat 16: 22; Yoh 18: 10).
Nama Asli, Asal Nama, dan Bentuk Lain
Sebelum dikenal sebagai seorang rasul dan santo, Petrus bernama Simon. Karena sang ayah bernama Yunus atau Yohanes, di awal Tuhan Yesus menyebut dirinya “Simon bin Yunus” (Mat 16: 17) atau “Simon anak Yohanes” (Yoh 1: 42). Kemudian Tuhan Yesus memberikan nama baru Petrus atau Kefas yang artinya “batu karang” dalam Bahasa Aram. (Matius 16: 18 & Yohanes 1: 42)
Nama Petrus berasal dari Bahasa Yunani “Petros” yang berarti “batu”. Banyak sekali variasi nama lain dari nama Petrus (Petros, Petro, Petru, Petre, Pierre, Piero, Pietro, Pete, Piet, dll) ini, hingga bentuk feminim (biasanya Petra) yang dipakai oleh perempuan.
Kehidupan Awal (Sebelum Bertemu Yesus)
Sebelum bertemu Tuhan Yesus, Simon berprofesi sebagai nelayan di Danau Galilea bersama saudaranya, Andreas yang juga akan menjadi rasul. Sang ayah, Yunus atau Yohanes pastilah seorang nelayan handal yang mewariskan kemampuan hidup sebagai penangkap ikan ulung.
Hidup dengan alam membuat kaum nelayan hidup dalam budaya yang keras dan penuh tantangan: spontan, semangat, kasar, berantakan, berpakaian lusuh, cenderung berbahasa vulgar, di balik kejujuran dan selalu siap siaga dalam ketakutan.
Berjalan Bersama Tuhan Yesus dan Murid Lain
Terpilihnya dirinya menjadi sosok pemimpin (selalu berada di urutan pertama) dan termasuk dalam 3 murid terdekat (dari 12 murid) Tuhan Yesus, membuat Simon Petrus punya banyak pengalaman berharga dalam perjalanan mereka. Berikut 4 pilihan yang dianggap terpenting:
-
salah seorang saksi transfigurasi Tuhan Yesus di sebuah gunung (Mat 17: 1-8; Mrk 9: 2-8; Luk 9: 28-36),
-
pernyataan Mesias dari Petrus (Mat 16: 15-17; Mrk 8: 27-29; Luk 9: 18-20) yang disusul dengan teguran keras dari Tuhan Yesus (Mat 16: 21-23; Mrk 8: 31-33),
-
momen Tuhan Yesus berjalan di atas air (Mat 14: 23-33), dan
-
momen di malam terakhir hidup Tuhan Yesus (Mat 26: 31-35, 69-75; Mrk 14: 27-31, 66-72; Luk 22: 31-34, 54-62; Yoh 13: 36-38, 18: 1-27).
Simon Petrus yang namanya selalu disebutkan Kitab Suci di urutan pertama (Mat 10: 1-4; Mrk 3: 16-19; Luk 6: 14-16; Kis 1:13) sering berbicara atas nama ke-12 murid dalam berbagai kesempatan: 1) Mat 18: 21; 2) Mrk 8: 29; 3) Luk 12: 41; 4) Yoh 6: 68-69.
Kepemimpinan Para Rasul dan Gereja Kristus
Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menegaskan keputusan pilihan-Nya atas diri Petrus untuk meneruskan karya misi-Nya di dunia (Yoh 21: 15-19) sebagai pemimpin Gereja. Maka Rasul Petrus pun menjadi pemimpin para rasul sekaligus Bapa Paus pertama dalam Gereja Katolik (Kisah Para Rasul 1–15).
Setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, 2 aksi nyata pertama yang Rasul Petrus lakukan:
-
memimpin pemilihan Rasul ke-12 pengganti Yudas Iskariot (Kis 1: 15-26), dan
-
menjadi rasul pertama yang berkotbah di Yerusalem pada Hari Pentakosta (Kis 2: 14-40).
Santo Petrus memang Tuhan Yesus percayakan sebagai sosok pemegang kunci Kerajaan Surga, karena Ia tidak bisa selamanya berada secara fisik di dunia manusia. Makna “kunci” yang dimaksud di sini:
-
kuasa untuk memimpin dan mengatur Gereja sebagai Kerajaan Surga di dunia, dan
-
menjaga Gereja dari berbagai daya kekuatan maut yang ingin masuk dan menguasai.
Wafat dan Cara Kematian
Sekitar tahun 67 di kota Roma, Santo Petrus dijatuhi hukuman mati oleh Kekaisaran Romawi. Beliau wafat sebagai Martir Kristus dengan cara disalib dalam posisi terbalik di Bukit Vatikan, pada masa Kaisar Nero. Posisi ini atas permintaan Santo Petrus sendiri yang merasa tidak layak menderita dan wafat seperti Sang Guru, Yesus Kristus.
Santo Petrus meninggal setelah menjabat sebagai Bapa Paus pertama Gereja di kota Roma. Sekitar 40 tahun terakhir hidupnya didedikasikan untuk mewartakan Injil Yesus Kristus sekaligus Kerajaan Allah di dunia.
Kisah Quo Vadis
Sekitar tahun 64, mulai terjadi penganiayaan hebat terhadap para pengikut Kristus di kota Roma. Karena Kekaisaran Romawi belum bisa menerima keKristenan dengan baik. Umat meminta Bapa Paus mereka untuk menyelamatkan diri dengan segera keluar dari kota.
Dari cerita tradisi yang tersebar, di tengah perjalanannya itulah Santo Petrus bertemu dengan Tuhan Yesus. Petrus bertanya kepada-Nya, “Domine, quo vadis?” (Tuhan, hendak ke manakah Engkau pergi?). Sambil menatapnya, Tuhan Yesus menjawab, “Aku hendak ke Roma untuk disalibkan lagi.”
Petrus langsung tersungkur di kaki Tuhan Yesus sambil menangis penuh penyesalan. Teringat akan penyangkalan 3 kali yang dilakukannya dahulu. Dia berbalik dan kembali ke kota Roma untuk ditangkap, dihukum mati (dia orang Yahudi, bukan orang Romawi), dan disalibkan.
Basilika Santo Petrus
Santo Petrus juga dimakamkan di Bukit Vatikan, dekat dengan lokasi kemartirannya. Pada abad ke-4 (326 M), Kaisar Konstantinus Agung membangun gereja besar di atas makam sakral itu. Gereja yang dikenal dengan Basilika Santo Petrus atau Palatium Neronis (nama populer di abad ke-5 hingga abad ke-15) ini dibangun dari tahun 323 hingga tahun 337.
Sekitar 1.200 tahun berlalu, basilika mulai rapuh, rusak, dan runtuh. Digagaslah pendirian gedung basilika yang baru di atasnya. Ternyata baru bisa dimulai di tahun 1506, pada masa Paus Julius II (1503–1513). Seiring waktu, proses pembangunan ini harus ditangani oleh para arsitek yang terus menerus berganti hingga abad ke-17.
Maka Basilika Santo Petrus yang tampak saat ini hasil kerja keras sekitar 120 tahun (1506–1626) dengan hasil yang sangat luar biasa. Di dalamnya berdiri tegak sebuah patung Santo Petrus, sebagai penghormatan untuk sang: Rasul Kristus, Paus Pertama, dan Martir.
Referensi
-
Inggrid Listiati, 18/02/2010, Katolisitas: “Keutamaan Petrus (1): Menurut Kitab Suci”
https://katolisitas.org/keutamaan-petrus-1-menurut-kitab-suci/ -
Katakombe.Org: “Santo Paus Petrus Rasul” (1 Sept 2013 diperbaharui: 13 Okt 2019)
https://katakombe.org/para-kudus/juni/petrus-rasul.html -
Bio-Kristi No. 151 Sept 2015: “Petrus”
https://biokristi.sabda.org/petrus -
My Avitalia: “Kisah dan Teladan Santo Petrus Rasul/Simon Petrus (29 Juni) Beserta Arti dan Variasi Nama I Rasul, Paus dan Martir” (27 Feb 2021)
https://www.myavitalia.com/2021/02/riwayat-santo-petrus-rasul-simon-petrus.html -
Hartono Richard, 26 Juli 2024, Paroki Mangga Besar: “Mengenal Santo Petrus, Pemegang Kunci Kerajaan Allah”
https://parokimanggabesar.or.id/mengenal-santo-petrus-pemegang-kunci-kerajaan-allah/ -
Lutfan Faizi, 5 Sept 2024, Sindo News: “Kisah Santo Petrus, Paus Pertama di Dunia yang Meninggal dengan Salib Terbalik”
https://international.sindonews.com/read/1449917/45/kisah-santo-petrus-paus-pertama-di-dunia-yang-meninggal-dengan-salib-terbalik-1725527385 -
M. H. Asyhad, 22 Apr 2025, Intisari Online: “Siapa Paus Pertama di Dunia? Namanya Diabadikan sebagai Gereja Terbesar di Dunia”
https://intisari.grid.id/read/034242539/siapa-paus-pertama-di-dunia-namanya-diabadikan-sebagai-gereja-terbesar-di-dunia -
Pena Katolik: “Bacaan dan Renungan Minggu, 29 Juni 2024, Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus (Merah)” (23 Juni 2025)
https://penakatolik.com/2025/06/23/bacaan-dan-renungan-minggu-29-juni-2024-hari-raya-st-petrus-dan-st-paulus-merah/
Caption
Perayaan besar di Juni 2025 ini bagi Gereja Katolik banyak juga ya. Setelah Pentakosta (Minggu, 8) menyusul 3 Hari Raya tentang Tuhan Allah kita: Tritunggal Mahakudus (Minggu, 15), Tubuh Darah Kristus (Minggu, 22), dan Hati Kudus Yesus (Jumat, 27). Tibalah kita di penghujung bulan; tanpa terasa sudah 1 tahun loh kita rayakan Hari Raya santo pelindung paroki, Santo Petrus dan Santo Paulus di tahun 2024 lalu.
Kalau kamu menyimak referensi edisi One Fact E Friday kali ini, ternyata ada artikel tentang Santo Petrus di website paroki kita. Terima kasih buat narasumber yang sudah membuat dan memposting di Juli tahun lalu.
Nah, setiap kali paroki merayakan peringatan Santo Petrus dan Santo Paulus, tahukah kamu serba serbi kedua santo besar dalam Gereja Katolik kita itu? Edisi OFEF akhir pekan ini membantu kamu untuk lebih memahami Santo Petrus dan mensyukuri peran besarnya dalam membangun serta mempertahankan Gereja.
Slide ke-3 bakal relate sama kamu penyandang nama Santo Petrus atau variannya. Penasaran sama kisah Quo Vadis atau wafatnya Santo Petrus, cek slide ke-7 dan ke-8. Kamu juga bisa sedikit tahu Basilika Santo Petrus di slide materi terakhir. Mau rajin buka buku Alkitab atau sering cek ayat dan perikop KS di aplikasi rohani ponsel, bertebaran acuannya di edisi ini. Sampai jumpa lagi minggu depan bersama Santo Paulus.
