Skip to content Skip to footer

Katekese Minggu Paskah

Apa itu Minggu Paskah?

Minggu Paskah adalah perayaan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian, setelah mengalahkan maut dan dosa. Peringatan hari ketiga setelah Tuhan Yesus wafat di kayu salib ini dirayakan sejak hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama atau sesudah titik (ekuinoks) bulan semi.

Mengapa waktu Perayaan Paskah berubah-ubah?

Umat Kristen di Barat, khususnya Gereja Katolik Roma merayakan Paskah setelah bulan purnama pertama, setelah ekuinoks musim semi.

Ekuinoks adalah fenomena alam saat matahari berada tepat di atas Khatulistiwa, dan menjadi penanda pergantian musim. Ekuinoks tahun ini terjadi pada hari Kamis, 25 Maret 2025, sehingga hari Minggu setelah bulan purnama pertama sesudah ekuinoks itu pada Minggu, 20 April 2025 yang dirayakan sebagai Minggu Paskah.

Tanggal ekuinoks bergeser setiap tahunnya karena gerakan bumi mengitari matahari dan gerakan bulan mengitari bumi. Peristiwa alam ini dihubungkan dengan simbolisme kelahiran kembali dan kebangkitan.

Adakah sebutan lain untuk Paskah?

Dalam Bahasa Latin, sebutan untuk Paskah diturunkan dari salah satu dari dua sumber: Paskha atau Pesakh, dan Estre/Eostre atau Easter.

Kata Paskah dalam Bahasa Inggris yang adalah Easter itu berasal dari Eostre atau Eostrae, yang tak lain adalah dewi musim semi dan kesuburan bangsa Anglo-Saxon. Kini, ada konsensus bahwa frasa Latin itu dipahami sebagai bentuk jamak dari alba (“fajar”) dan menjadi eastarum dalam Bahasa Jerman Kuno.

Budaya Slavia memakai istilah yang berarti “Hari Agung”. Sedangkan, di dalam Perjanjian Lama hingga saat ini, Bangsa Israel atau Yahudi memakai istilah Passover atau Pesakh, yang kini menjadi Pascha.

Apakah Paskah menurut bangsa Yahudi atau Perjanjian Lama (PL)?

Paskah menurut Perjanjian Lama atau tradisi bangsa Yahudi/Israel adalah perayaan pembebasan mereka dari tanah Mesir. Pada saat itu mereka mengadakan upacara “roti tidak beragi” dan persembahan bagi anak-anak sulung dengan upacara “korban domba paskah”, yang merupakan perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa serta bangsa Israel (Keluaran 12:14, 17, 21).

Perayaan Paskah Perjanjian Lama menjadi bayangan dari apa yang akan datang. Wujud serta kedalamannya ada dalam diri Yesus Kristus.

Apakah Paskah menurut Perjanjian Baru (PB)?

Paskah dalam PL dan PB berjalan beriringan. Paskah dalam PB lebih ditujukan untuk menampilkan cinta kasih, anugerah, dan kuasa yang Tuhan Allah berikan kepada kita, umat Kristiani.

Untuk mencegah umat-Nya dari bahaya kutukan dan maut, Tuhan Yesus membebaskan orang beriman dari perbudakan dosa dan memberikan kepastian tentang keabadian di akhir zaman.

Peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Kristus punya makna keluaran yang sama dengan Paskah Yahudi. Upacara Perjamuan Makan Roti Tak Beragi (Jumat malam) menjadi Upacara Perjamuan Malam yang Tuhan Yesus lakukan bersama murid-Nya.

Upacara Perjamuan Malam yang menyiapkan penebusan Tuhan Yesus, di mana Ia menjadi “Domba Paskah” yang disalibkan.

Perayaan Sabat yang ditaati oleh umat Yahudi begitu ketat mengalami pergeseran menjadi Hari Tuhan dalam umat Kristiani (terutama Yahudi Kristen), yaitu kenangan akan kebangkitan.

Apakah Yesus itu bangkit atau dibangkitkan?

Kebangkitan Yesus Kristus itu perkara iman, yang berarti ada campur tangan Ilahi dalam tataran ciptaan dan sejarah manusia.

Ungkapan “Allah membangkitkan” atau “Kristus dibangkitkan” mau menekankan kekuasaan Allah Bapa (Roma 1:3–4).

Ungkapan “Kristus bangkit” mau menekankan peran Allah Putra. Berkat kuasa Ilahi-Nya sendiri, Allah Putra sendiri bisa melaksanakan kebangkitan-Nya (Yohanes 10:17–18; Filipi 3:10; 1 Tesalonika 4:14).

Apa sajakah makna Paskah?

  • Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas maut.
  • Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa janji-Nya tidak pernah gagal atau diingkari.
  • Paskah menunjukkan adanya pengharapan bagi orang beriman.
  • Keluar dari kegelapan menuju terang dan mengikuti Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
  • Bangkit dari kehidupan lama dan memulai kehidupan baru.

Apa makna dan pesan Ekuinoks yang berhubungan dengan Paskah?

  • Dikalahkan dan terlahir kembali: perbarui diri dengan meninggalkan stagnasi masa lalu.
  • Temukan cahaya batinmu dan jangan takut menyebarkannya.
  • Lepaskan yang lama untuk menemukan yang baru.
  • Bawa energi positif ke dunia sebagai tanda harapan dan kebangkitan.

Sumber:

1. Haleluya Grup, Situs Paskah Indonesia, “Paskah dan Sejarahnya”, 4 Maret 2016.
2. Nandy, Gramedia.com, “Pengertian Paskah: Rangkaian Peringatan, Sejarah, dan Hal-hal yang Identik”.
3. Virdita Ratriani, KiatOn, “Apa Itu Paskah?”, 29 Maret 2024.
4. Nukteler, “Kapan Ekuinoks Maret 2025?”, 19 Maret 2025.
5. Dr. Petrus Maria Handoko CM, Dari Pra Sampai Paskah, Dioma, 2014.
6. Wikipedia Indonesia, “Paskah”.

Go to Top