KATEKESE MINGGU PALMA
Apa itu Minggu Palma?
Minggu Palma adalah perayaan penting dan utama dalam penanggalan liturgi Katolik yang menjadi awal atau pembuka dari Pekan Suci. Peringatannya di hari Minggu sebelum hari Minggu Paskah. Liturgi Katolik menyebut atau menuliskannya sebagai “Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan)”
Disebutkan “mengenangkan sengsara Tuhan” karena perayaan Minggu Palma bertujuan untuk mengajak umat mengenangkan peristiwa penebusan Tuhan Yesus Kristus lewat sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. (dalam buku Natal dan Paskah: Perayaan Liturgis dalam Dua Lingkaran tulisan C.H. Suryanugraha, 2021)
Kisah Minggu Palma
Di dalam keempat Injil Perjanjian Baru, Minggu Palma menceritakan kedatangan Tuhan Yesus ke kota Yerusalem yang disambut sekaligus dirayakan oleh semua orang di sana dengan penuh suka cita. Begitu gembiranya penduduk Yersalem menyambut kedatangan Tuhan Yesus memunculkan istilah “Triumphal Entry” atau “Kedatangan yang Gemilang” di dalam Alkitab.
Momen Minggu Palma terjadi selang beberapa hari saja sebelum Tuhan Yesus mengalami penderitaan karena penganiayaan hingga wafat di kayu salib.
Makna Minggu Palma 1: Raja yang Datang Dengan Rendah Hati dan Membawa Damai
Tuhan Yesus yang Putra Allah datang ke Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai yang belum pernah ditunggangi sebelumnya. Selain dikenal sebagai hewan tunggangan yang sederhana, keledai dalam tradisi Timur dipandang sebagai hewan pembawa damai.
Hal ini sekaligus penggenapan nubuat dalam kitab Zakharia (9:9) yang mengabarkan kedatangan seorang raja kepada rakyatnya dengan menaiki seekor keledai. Raja yang akan bertindak sebagai juru damai bagi dunia.
Pandangan akan Tuhan Yesus sebagai Mesias sesuai dengan penafsiran model kedatangan Mesias sebagai raja di Zakharia 9:9 itu.
Makna Minggu Palma 2: Rakyat Menyambut dengan Penuh Pengharapan
Sambutan orang banyak di Yerusalem menyimpan pengharapan yang sangat besar akan sosok Mesias yang akan membebaskan dan menyelamatkan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Jadi harapan ini bersifat politis dan militer.
Mereka tidak memahami dan tidak menyadari bahwa keselamatan yang Tuhan Yesus bawa bersifat rohani, bukan pembebasan politik atau sosial. Itulah sebabnya kenapa mereka tidak mengerti misi Tuhan Yesus, sehingga memaksakan pengertian, harapan, dan keinginan demi tujuan untuk bebas dan merdeka.
Harapan di Balik Kata “Hosana”
Hosana merupakan kata dalam bahasa Ibrani yang berarti “Selamatkanlah!” atau “Tolonglah kami!” (bdk. Mzm 118:25)
Penduduk Yerusalem menyoraki kedatangan Tuhan Yesus dengan “Hosana bagi Anak Daud, hosana di tempat yang mahatinggi!” Seruan dalam Matius 21:9 inilah yang menjadi dasar perayaan Minggu Palma.
Hosana bagi orang-orang Yerusalem hanya sebatas pengharapan akan Mesias yang akan memerdekakan mereka dari penguasa Romawi.
Daun Palma: Simbol dan Maknanya
Selain meneriakkan “Hosana”, orang banyak juga memakai daun palma atau palem dalam menyambut Tuhan Yesus. Dari keempat Injil, hanya Injil Yohanes (12:13) yang menuliskan “daun-daun palem” sehingga dari Injil inilah lahir nama Minggu Palem atau Minggu Palma.
Dalam tradisi Alkitabiah, daun ini merupakan sinbol dari kemenangan (Wahyu 7:9 dan Imamat 23:40). Daun yang dipakai untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian. Selain menyatakan kemenangan martir atas kematian, daun palem sering menjadi simbol kemenangan Tuhan Yesus Kristus atas dosa dan maut, dan lebih jelas lagi dalam momen kejayaan-Nya saat memasuki Yerusalem.
Menghamparkan daun palem di jalan Tuhan Yesus menyimbolkan harapan bangsa Israel di masa itu bahwa Dia akan menjadi Mesias (Penyelamat) yang membawa kemenangan dan pembebasan.
Makna Minggu Palma 3 dan Pesan Liturgi: Kontradiksi Sebagai Refleksi dan Identitas Yesus Sebagai Mesias
Minggu Palma mengingatkan kita betapa cepatnya perasaan orang berubah. Beberapa hari setelah kemeriahan penyambutan, banyak orang dengan mudahnya bisa berpindah dari pujian kepada penghinaan.
Minggu Palma yang membuka Pekan Suci menjadi semacam “rangkuman” dari keseluruhan perayaan liturgi dalam pekan ini. Itulah sebabnya kenapa hari Minggu yang satu ini menjadi hari Minggu yang paling unik dalam seluruh Tahun Liturgi Katolik: perayaan pujian karena kemenangan Kristus sebagai Raja sekaligus kisah sengsara-Nya.
Kehadiran dua peringatan berbeda ini membentuk suatu pesan utuh tentang misi perutusan Yesus Kristus sebagai Raja Mesianis yang memerintah melalui jalan hamba Allah yang menderita.
Sumber:
1. I. Marsana Windhu, Memahami 101 Kata “Terpenting” Seputar Liturgi (Seri Pelayan Liturgi), Penerbit PT Kanisius, 2017 (Hosana di hal.24)
2. Dr. Petrus Maria Handoko, Dari Pra Sampai Paskah, Penerbit Dioma, 2014 (Minggu Palem)
3. Kumparan.com, Editor: akun Pengertian dan Istilah, Apa itu Minggu Palma? Makna dan Kaitannya dengan Daun Palma, 17 Maret 2025 23.15 WIB (dibaca: 8 April 2025)
4. FloresEditorial.com, Minggu Palma: Sejarah, Makna, dan Perayaan Kedatangan Yesus ke Yerusalem Menjelang Pekan Suci, 9 April 2025 14.46 WIB (dibaca: 9 April 2025)
5. Wikipedia Minggu Palma:
https://id.wikipedia.org/wiki/Minggu_Palma#Simbol_Palem_dalam_Minggu_Palma
