Skip to content Skip to footer

Sakramen Ekaristi

Sumber dan Puncak Seluruh Kehidupan Gereja

Sakramen Ekaristi adalah pusat iman Katolik. Di dalamnya, Gereja tidak hanya mengenang Yesus Kristus, tetapi sungguh-sungguh menghadirkan kembali kurban-Nya di kayu salib. Dalam rupa roti dan anggur, Kristus hadir secara nyata—Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keallahan-Nya.

Ekaristi bukan simbol.
Bukan sekadar perjamuan.
Ini adalah misteri kasih yang hidup.

Sejak Perjamuan Malam Terakhir, Gereja dengan setia merayakan Ekaristi sebagai tanda kehadiran Kristus yang terus menyertai umat-Nya sampai akhir zaman.


Apa Itu Sakramen Ekaristi?

Sakramen Ekaristi adalah sakramen di mana roti dan anggur, melalui doa dan kuasa Roh Kudus, diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Peristiwa ini disebut transubstansiasi—hakikat roti dan anggur berubah, meskipun rupa lahiriahnya tetap.

Yesus sendiri berkata:

“Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.”
“Inilah Darah-Ku… yang ditumpahkan bagi banyak orang.”
(bdk. Lukas 22:19–20)

Yang berkata adalah Kristus. Gereja percaya. Titik.


Makna Sakramen Ekaristi

Melalui Ekaristi, Gereja menerima rahmat yang paling dalam:

  1. Persatuan dengan Kristus
    Umat dipersatukan secara nyata dengan Kristus yang hidup.
  2. Peringatan kurban salib
    Kurban Kristus dihadirkan kembali secara sakramental, bukan diulang.
  3. Sumber kekuatan rohani
    Ekaristi menjadi makanan rohani yang menopang perjalanan iman sehari-hari.
  4. Persatuan Gereja
    Dari satu roti, Gereja dibangun sebagai satu Tubuh Kristus.

Bagian-Bagian Perayaan Ekaristi

Perayaan Ekaristi memiliki struktur yang utuh dan sarat makna:

  1. Ritus Pembuka
    Umat dihimpun sebagai satu persekutuan dan menyiapkan hati untuk merayakan misteri iman.
  2. Liturgi Sabda
    Allah berbicara melalui Kitab Suci. Umat mendengarkan, merenungkan, dan menjawab dengan iman.
  3. Liturgi Ekaristi
    Roti dan anggur dipersembahkan, didoakan, dan dikuduskan. Kristus sendiri hadir di altar.
  4. Ritus Penutup
    Umat diutus untuk membawa Kristus yang telah diterima ke dalam kehidupan sehari-hari.

Misa tidak berhenti di “Amin”. Ia berlanjut di dunia nyata.


Siapa yang Dapat Menerima Komuni Kudus?

Komuni Kudus dapat diterima oleh umat Katolik yang:

  • Telah dibaptis
  • Telah menerima Komuni Pertama
  • Berada dalam keadaan rahmat (tidak sadar akan dosa berat)
  • Menjalani puasa Ekaristi sesuai ketentuan Gereja

Ekaristi adalah anugerah besar—ia diterima dengan hormat, bukan terburu-buru.


Pelayan Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi dilayankan oleh imam, yang bertindak in persona Christi—dalam pribadi Kristus sendiri. Melalui imamat, Kristus terus mempersembahkan diri-Nya bagi keselamatan dunia.

Ekaristi dalam Kehidupan Sehari-hari

Ekaristi membentuk cara hidup umat:

  • Mengajarkan syukur di tengah kekurangan
  • Menumbuhkan kerendahan hati dan kepedulian
  • Menggerakkan umat untuk berbagi dan melayani

Siapa yang menyambut Kristus di altar, dipanggil untuk mengenali-Nya dalam sesama.


Penutup

Sakramen Ekaristi adalah jantung Gereja yang terus berdetak. Dari altar mengalir kasih, pengampunan, dan kekuatan untuk hidup sebagai murid Kristus.

Dari Ekaristi kita hidup.
Oleh Ekaristi kita disatukan.
Kepada Ekaristi kita kembali.

Go to Top