Skip to content Skip to footer

Facts On Weekend Special #2: “Cikal Bakal” Paroki Mangga Besar dalam Masa Pergantian Abad 19-20 

Profil Singkat Wilayah Mangga Besar di Pergantian Abad 19–20

Di masa itu, wilayah sekitar Mangga Besar merupakan bagian dari Paroki Katedral Batavia. Wilayah yang sedikit tercatat dalam berbagai dokumen dan pemberitaan ini memang dimaksudkan sebagai cikal bakal Gereja Misi, tidak hanya untuk kota ini namun juga ke seluruh Nusantara.

Apa maksudnya “cikal bakal Gereja Misi” itu ya? Simak yuks.

Profil dan Karya Pastor H. Kortenhorst, SJ

Awal mulanya, Pastor asal Belanda ini berkarya di antara penduduk Pulau Bangka yang beretnis Tionghoa sejak tahun 1877. Pada tahun 1898, beliau dipindahkan tugasnya ke ibukota Hindia Belanda masa itu dan mendapatkan tugas misi pendampingan pastoral bagi kaum imigran Tionghoa.

Pastor Kortenhorst memulai karya pewartaannya di tahun yang sama. Lokasinya di daerah Glodok, tepatnya di kawasan “Toko Tiga”. Banyak pembaptisan Katolik dilakukan sejak tahun 1902 hingga tahun 1913, yang akan terperinci di bagian berikutnya.

Data Awal Abad 20 Bicara

Data sejarah menunjukkan:

di periode Oktober 1902 s/d Januari 1903, terjadi baptisan lebih dari 1.000 warga etnis Tionghoa, lalu…

di dalam buku permandian tertulis 67 pembaptisan orang dewasa dan 35 pembaptisan anak-anak, sekitar tahun 1903 hingga 1913.

Mantap! Lalu setelah itu, gimana ceritanya ya?

Rentang Waktu yang Kosong

Sayangnya Pastor Kortenhorst meninggal di tahun 1917. Sejak saat itu, kabarnya karya pewartaan di kalangan etnis Tinghoa menjadi terlantar. Bahkan sampai tidak ada perayaan Misa Kudus lagi di antara mereka.

Relasi dengan kalangan etnis Tionghoa hanya terjadi di beberapa lingkungan sekolah Katolik. Dari sinilah lahir sejumlah kelompok kecil etnis ini yang diterima di pangkuan Gereja. Kurangnya pastor waktu itu membuat mereka kurang mendapat pelayanan yang berarti.

Untungnya temans, kekosongan karya misi Gereja ini tidak sampai 20 tahun loh. So, what next?

Kedatangan Pastor Edwards Cappers, MSC

Tahun 1932 bisa dibilang tahun “Rahmat” karena datanglah pastor Belanda yang baru ke kota Batavia. Beliau Pastor Edwards Cappers, MSC dari tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus. Tinggal di Centraal Missie Bureau (Kantor Waligereja) di Jl. Gunung Sahari 82.

Pastor inilah yang meneruskan karya pelayanan Pastor Kortenhorst bagi umat etnis Tionghoa di sekitar daerah Glodok – Mangga Besar. Bahkan beliau juga mengadakan Misa Kudus dengan bahasa Melayu serta berelasi dengan suku Flores dan Kei yang ada di Batavia.

Gimana ya cerita selanjutnya, dan juga lebih lengkapnya?

Nantikan “Karya Perdana Pastor Edward Cappers” Setelah yang Satu Ini

Edisi Spesial berikutnya bakal menceritakan karya-karya pertama Pastor Edwards Cappers di kota Batavia, sebagai penerus Pastor Kortenhorst. Edisi Spesial tentang karya misi beliau bakal lebih banyak karena memang ceritanya yang cukup panjang.

Tunggu dulu, temans. Paroki Mangga Besar bernaung dalam tarekat SJ (Serikat Jesuit), maka ikut merayakan peringatan Santo Ignatius Loyola yang diadakan setiap tanggal 31 Juli. Edisi Facts On Weekend pekan depan yang juga di akhir bulan Juli 2025 membahas santo besar pendiri SJ yang tersohor ini lebih dahulu.


Sumber & Referensi:

Buku Kenangan HUT 80 Tahun Paroki Mangga Besar – Jakarta Barat (3 Januari 2020)

Majalah Kontak, arsip sejarah misi Gereja Katolik di Batavia

Dokumentasi internal Paroki Santo Petrus dan Paulus Mangga Besar


Caption:

Hai temans, gimana dengan Edisi Spesial perdana Facts On Weekend (FOW) minggu lalu? Kalau kamu masih belum puas berkenalan dengan para pastor “perintis” Paroki Mangga Besar, sabar dulu. Mulai edisi ini, FOW menceritakan kisah karya misi mereka secara bertahap, layaknya cerita seru dalam novel-novel fiksi loh. Dimulai dengan Pastor Kortenhorst yang memulai karya misi Gereja di tanah Batavia.

Cerita beliau memang terbilang singkat sehingga bisa muat dalam 1 edisi saja. Meski begitu, tanpa jasa pastor Belanda yang satu ini, tidak bakal ada komunitas perdana Gereja Katolik di Batavia ya. Data bahkan menyebutkannya di salah satu bagian, silakan saja mampir ke situ kalau memang tertarik dan penasaran.

Karya misi beliau diteruskan oleh Pastor Edwards Cappers. Kisah pastor ini bakal lebih panjang, tapi tunggu dulu temans. Edisi FOW pekan depan memang “spesial”, buat bahas santo besar pendiri tarekat SJ (Serikat Jesuit), Santo Ignatius Loyola yang peringatannya dirayakan setiap tanggal 31 Juli. Jadi Edisi Spesial untuk Pastor Edwards Cappers yang pertama tayang di awal Agustus, nantikan terus kelanjutannya ya.

Go to Top