Skip to content Skip to footer

One Fact E-Friday: Santo Paulus

Facts About Santo Paulus

Santo Paulus

Rasul besar yang Tuhan Yesus Kristus pilih untuk:

  • pewarta Diri-Nya sebagai juruselamat sejati bagi umat manusia, melalui ajaran Injil dan Kerajaan-Nya, sekaligus
  • gembala sejati bagi umat Kristiani di banyak kota yang dikunjunginya.

Di berbagai tempat dalam surat-suratnya, Santo Paulus menyebut diri sebagai rasul bagi bangsa-bangsa di luar (non) Yahudi, seperti dalam Roma 11:13.

Nama Saulus dan Paulus

Banyak orang termasuk umat Kristiani yang mengira (salah kaprah) kalau nama Saulus diubah (oleh Tuhan ataupun dirinya sendiri) menjadi Paulus setelah peristiwa di kota Damsyik. Padahal sosok besar ini punya nama ganda berkat 2 kewarganegaraan yang dimilikinya dari orang tua:

  • “Saulus” (nama Ibrani dari bahasanya sendiri “Sha’ūl”) = nama Yahudi yang kedua orang tuanya berikan supaya ia diterima dalam lingkungan kaum Farisi.
  • “Paulus” (bahasa Yunani kuno “Paũlos” atau bahasa Latin “Paulus”) = nama Latin yang diterima berkat kewarganegaraan Romawi yang diturunkan dari sang ayah.

Meski berasal dari suku Benyamin, ayah Saulus adalah seorang Yahudi yang juga warga negara Romawi. Ia memberi putranya ini nama raja pertama Israel, Raja Saul dari suku Benyamin.

Kelahiran dan Kotanya

Santo Paulus lahir di Tarsus, kota besar Romawi di provinsi Kilikia (Kisah 9:11; 21:39; 22:3) sekitar tahun 10 M. Sebuah kota perdagangan yang ramai sekaligus tempat studi filsafat dan budaya, di negeri yang dahulu disebut Sisilia, kini menjadi negara Turki.

Terlihat secara geografis, salah satu kota utama provinsi Kilikia ini sungguh strategis:

  • Gerbang Kilikia di sisi utara menghubungkannya dengan budaya Asia Kecil,
  • Gerbang Syria di sisi timur menghubungkannya dengan negara-negara Asia, dan
  • Sisi selatan tanpa gerbang dengan daerah Mediterania.

Latar Belakang Keluarga

Rasul Paulus lahir di keluarga Yahudi dari suku Benyamin (Roma 11:1; Filipi 3:5). Meski tetap beragama Yahudi, kedua orang tuanya fasih berbahasa Yunani dan warga negara Romawi. Mereka termasuk kumpulan orang Yahudi yang tinggal di negeri asing sejak setelah Israel dikalahkan Asyria (abad 8 SM – kerajaan utara) dan Babilonia (abad 6 SM – kerajaan selatan).

Kemungkinan status ekonomi mereka cukup berada, karena mampu memberikan Saulus muda pendidikan yang baik dan berkualitas. Pemberian nama Ibrani menunjukkan mereka sosok-sosok kaum Yahudi yang taat dan setia kepada Allah Israel.

Latar Belakang (Kehidupan Awal)

Sejak 5 tahun, Saulus kecil sudah dibiasakan membaca Kitab Suci Taurat. Lalu belajar banyak hal termasuk tafsir Hukum Taurat di usia 10, hingga bisa bertanggungjawab untuk taat dan setia pada hukum itu di 13 tahun. Tak lama, orang tuanya mengirim Saulus meneruskan studi agama Yahudi ke Yerusalem, di bawah bimbingan Gamaliel – sang rabi Yahudi besar pengajar mazhab Farisi. (Kisah 22:3; Filipi 3:5)

Sebagai calon rabi Yahudi, Saulus wajib punya ketrampilan khusus untuk menghidupi dirinya. Maka dia belajar membuat tenda dari bulu domba, industri khas dari Tarsus, dan mencari nafkah di kota kelahirannya itu sepulangnya dari Yerusalem.

Mendengar beberapa orang Yahudi mengikuti jalan Tuhan Yesus, Saulus pergi lagi ke Yerusalem dengan semangat berkobar. Dia aktif mendukung berbagai gerakan untuk menekan dan menganiaya jemaat perdana Kristiani itu. Hingga hadir dalam momen pembunuhan Stefanus di Mahkamah Agama dan menjadi salah seorang penggeraknya. (Kisah 6–7)

Titik Balik di Damsyik (Kisah 9:1–30)

Kisah nyata plus fase terpenting dalam hidup Saulus-Paulus ini menjadi yang paling terkenal. Hingga Gereja Katolik membuat 1 hari khusus untuk memperingatinya dalam liturgi. Sebagian besar kalangan menyebutnya sebagai “Pertobatan Santo Paulus” karena hanya mengambil pandangan dari sisi kondisi Gereja Perdana pada saat itu saja yang mengalami tekanan serta penganiayaan hebat.

Berasal dari keluarga Yahudi tulen dan mendapat pendidikan ekstrim Farisi dari Gamaliel membuat Saulus menjadi radikal-militan Yahudi. Mereka percaya kalau pengikut Jalan Tuhan Yesus merupakan penyimpangan terang-terangan dari Hukum Taurat Musa dan Allah Israel. Ternyata, Tuhan Yesus punya kehendak dan rencana lain bagi Saulus.

Tuhan Yesus Kristus menjumpai dan menyentuh hati Saulus di kota Damsyik hingga terjadi krisis jatidiri plus krisis iman dalam dirinya. Tuhan memutar seluruh kehidupan Saulus-Paulus sejauh 180 derajat, sehingga mengubah sosoknya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Seorang radikal-militan Yahudi menjadi seorang Rasul radikal-militan Kristiani!

Karya dan Perjalanan Misi

Banyak karya misi yang Rasul Paulus jalankan, terangkum dalam 3 perjalanan besarnya:

  • Misi pertama (Kis 13:4 – 14:28) tahun 45–49 M.
  • Misi kedua (Kis 16:4 – 18:23) tahun 49–52 M.
  • Misi ketiga (Kis 19:1 – 21:26) tahun 53–58 M.

Roma 15:22–24 mengungkapkan cita-cita Rasul Paulus untuk mewartakan Injil Kristus sampai ke Spanyol, yang dianggap sebagai ujung bumi pada masa itu.

Penangkapan, Wafat, dan Makamnya

Alkitab tidak mencatat secara eksplisit wafatnya Rasul Paulus. Tradisi Kristiani menyatakan ia dipenggal di Roma pada masa Kaisar Nero sekitar tahun 67.

Pada Juni 2009, Paus Benediktus XVI mengumumkan hasil penggalian makam Rasul Paulus di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, yang memperkuat tradisi Gereja tentang makam Sang Rasul besar.

Referensi:

Stefanus Tay & Ingrid Listiati, Katolisitas: Latar Belakang Paulus

Catholic Answers Staff, Terang Iman: Allah Mengubah Nama Saulus Menjadi Paulus?

Bio-Kristi: Paulus

Wikipedia: Paulus dari Tarsus

Setelah akhir pekan lalu One Fact E Friday kita bersama Santo Petrus, kini giliran Santo Paulus yang menemani. Bicara soal Rasul Kristus dan Gereja besar dari Tarsus ini, mau tidak mau jadi teringat pada momen Tahun Santo Paulus (28 Juni 2008 – 29 Juni 2009) yang dicanangkan oleh Paus Benediktus XVI pada tanggal 28 Juni 2007 di dekat makam Santo Paulus. Tahun Yubileum Khusus ini diadakan untuk memperingati 2.000 tahun kelahiran Sang Rasul dan Martir besar dalam Gereja kita.

Pada saat itu, banyak pengajaran dalam sesi seminar maupun kursus, dan berbagai acara rohani digelar untuk memperingati 2 milenium sang pelindung paroki Mangga Besar. Termasuk buku-buku seputar Anno Paulino (Tahun Santo Paulus) yang kini menjadi separuh referensi edisi OFEF kali ini.

Mungkin ada beberapa fakta menarik tentang Santo Paulus yang belum kamu ketahui, seperti salah kaprah tentang nama Saulus–Paulus, pemahaman akan titik balik beliau yang sering disebut sebagai “pertobatan”, serta cita-cita beliau yang ingin mewartakan Injil sampai ke Spanyol sebagai “ujung dunia” pada zamannya.

Go to Top