Fakta-fakta Tentang Tubuh dan Darah Kristus serta Hati Kudus Yesus
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi)
Perayaan penting dalam Gereja Katolik untuk menghormati dan menghargai kehadiran nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi atau Misa Kudus.
Hari Raya Corpus Christi ditetapkan untuk diperingati pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Namun, di beberapa negara (termasuk Indonesia, oleh Konferensi Waligereja Indonesia) dan keuskupan, hari raya ini diadakan pada hari Minggu setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Hari Raya Hati Kudus Yesus
Hati Kudus Yesus sebenarnya adalah devosi umat Katolik untuk menghormati hati Tuhan Yesus yang terluka karena kasih cinta ilahi-Nya kepada manusia.
Devosi ini berkembang menjadi Hari Raya Hati Kudus Yesus atas permintaan Tuhan Yesus sendiri dalam penampakan diri-Nya kepada seorang biarawati Prancis, Santa Margaret Maria Alacoque pada tanggal 16 Juni 1675. Pada momen ini juga, Tuhan memberikan 12 janji kepada setiap orang yang rajin menghormati Hati Kudus-Nya secara khusus.
Dalam liturgi Gereja Katolik, hari raya atau pesta ini diadakan 8 hari setelah Hari Raya Corpus Christi. Sehingga biasanya dirayakan di hari Jumat.
Perayaan Pertama
Perayaan pertama Corpus Christi pada abad ke-13 oleh para imam dan umat beriman di Gereja Santo Martin di kota Liège, Belgia.
Perayaan pertama Hati Kudus Yesus pada tanggal 31 Agustus 1670 di Rennes, Prancis atas inisiatif Santo Yohanes Eudes, yang juga menyusun liturgi misanya. Sebelum akhirnya menjadi hari raya resmi Gereja Katolik di tahun 1856.
Penetapan Hari Raya
Hari Raya Corpus Christi ditetapkan oleh Paus Urbanus IV dengan menerbitkan Bulla Transiturus de hoc mundo pada tanggal 8 September 1264. Isinya berupa ajaran sekaligus pemakluman Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus agar dirayakan secara universal oleh Gereja Katolik di seluruh dunia.
Hari Raya Hati Kudus Yesus ditetapkan oleh Paus Pius IX dalam Dekrit dari Kongregasi Ritus Suci pada tanggal 23 Agustus 1856. Respon cepat atas permintaan para uskup Prancis yang ingin agar pesta ini dirayakan di seluruh dunia. Momen ini juga secara tidak langsung mendedikasikan bulan Juni sebagai Bulan Hati Kudus Yesus.
Momen Penting yang Menjadi Dasar Inspirasi
Hari Raya Corpus Christi berdasarkan pada:
- pengalaman mistik Santa Yuliana Cornillon dari Liège (1193–1258) sewaktu menjadi biarawati pada tahun 1209, dan
- peristiwa Mukjizat Ekaristi yang Pastor Petrus dari Praha alami pada tahun 1263 di Gereja Santa Christina di Bolsena.
Hari Raya Hati Kudus Yesus berdasarkan pada:
- visi Hati Kudus Yesus yang dialami Santo Yohanes Eudes (1601–1680), sang penggagas perayaan pertamanya, dan
- pengalaman mistik Santa Margaret Maria Alacoque berupa 4 kali penampakan Tuhan Yesus dari tahun 1673 (27 Desember) hingga tahun 1675 (16 Juni).
Makna dan Tujuan
Hari Raya Corpus Christi membuat:
- iman akan Sakramen Mahakudus diteguhkan, terutama jika orang jahat berniat menyerang misteri ini,
- umat beriman diperkuat dalam mencapai kesempurnaan melalui kasih mendalam dan sembah sujud kepada Sakramen Mahakudus, dan
- berkat hari raya ini serta cinta kasih yang ditujukan dari Altar, silih dilakukan bagi penghinaan dan kurangnya rasa hormat terhadap Sakramen Mahakudus.
Hari Raya Hati Kudus Yesus membuat umat beriman:
- mencintai Tuhan Yesus dengan sepenuh hati,
- menjadikan Hati Yesus sebagai tempat perlindungan sepanjang hidup,
- mengikuti seluruh diri Tuhan Yesus serta patuh dan setia pada semua ajaran-Nya, dan
- memusatkan seluruh kehidupan pribadi pada Tuhan Yesus.
Para Orang Kudus dan Rohaniwan di Balik “Layar”
Hari Raya Corpus Christi:
Santa Yuliana Cornillon dari Liège, Uskup Liège bernama Robert de Thorete, Pastor Petrus dari Praha, dan Paus Urbanus IV.
Hari Raya Hati Kudus Yesus:
Santo Yohanes Eudes, Santa Lutgardis, Santa Mechtildis, Santa Gertrudis, Santa Margareta Maria Alacoque, dan Paus Pius IX.
Referensi
- Indonesian Papist – “Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus” (17/08/2010)
- Rm. Agus Widodo Pr, Renungan Pagi – “Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus” (6 Juni 2015)
- Br. Paulus FIC – Gereja Ibu Teresa Paroki Cikarang (22 Juni 2019)
- Rm. B.A. Rukiyanto SJ – Kompasiana (14 Juni 2020)
- Wikipedia Bahasa Indonesia – Corpus Christi
- Felicia Permata Hanggu – Hidup Katolik (16 Juni 2020)
- Christus Medium – “Hati Yesus yang Mahakudus” (18 Juni 2020)
- YOUCAT Indonesia – #Know: Mengenal Sejarah Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus (18 Juni 2020)
- Edeltrudizh – Katolikpedia (11 Juni 2021)
- Pena Katolik – “Mengapa Juni Merupakan Bulan Hati Kudus Yesus?” (6 Juni 2025)
- Wikipedia Bahasa Indonesia – Hati Kudus Yesus
Usai Masa Paskah yang ditutup dengan Hari Raya Pentakosta yang lalu, liturgi Gereja Katolik merayakan 3 hari raya (HR) penting seputar Tuhan Allah kita: HR Tritunggal Mahakudus (15 Juni 2025), HR Tubuh dan Darah Kristus (22 Juni 2025), dan HR Hati Kudus Yesus (Jumat, 27 Juni 2025).
Hari Raya Tritunggal Mahakudus yang masih berkaitan erat dengan Pentakosta dan Kenaikan Tuhan sudah kita rayakan Minggu pekan lalu. Nah, dilihat dari namanya, kedua hari raya yang tersisa mengajak kita untuk lebih dekat dengan sosok Allah Putra, siapa lagi kalau bukan Tuhan Yesus Kristus yang sering kita jumpai dalam Ekaristi atau Misa Kudus. Bicara soal Misa, Hari Raya Tritunggal Mahakudus yang juga populer dengan nama Corpus Christi mengajak kita untuk lebih menghayati selain menghormati kehadiran nyata Tuhan Yesus di dalamnya.
Seolah belum komplit dengan Tubuh dan Darah dalam Ekaristi, Gereja Katolik juga mengajak kita untuk lebih dekat dan tinggal di dalam Hati Kudus Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau semua hari raya sebelumnya pas di hari Minggu, khusus hari raya Hati Kudus Yesus (HKY asalnya devosi loh) juga selalu dirayakan di hari Jumat, 8 hari setelah Corpus Christi.
Tahukah kamu beberapa fakta menarik lain seputar kedua hari raya tentang Tuhan Yesus Kristus ini? Yuk simak edisi One Fact E Friday yang cukup berisi ini, semoga menginspirasi dan menambah iman serta penghayatan pribadi dalam mengikuti ritusnya.
