Facts About Ajaran Sosial Gereja
Ajaran Sosial Gereja Adalah …
Ajaran Sosial Gereja merupakan ajaran Gereja Katolik demi kebaikan bersama (common good) dalam masyarakat, untuk mengarahkan manusia dan masyarakat kepada kebahagiaan sejati.
Ajaran ini menjadi bagian integral dari tradisi Katolik Roma yang menawarkan prinsip-prinsip moral untuk membimbing umat beriman dan masyarakat luas dalam kehidupan sosial.
Sumber atau Akar Ajaran Sosial Gereja
- Kitab Suci, terutama Sepuluh Perintah Allah yang menjadi dasar pengajaran moral dalam Gereja Katolik.
- Tulisan para Bapa dan Pujangga Gereja, khususnya Santo Agustinus (The City of God) dan Santo Thomas Aquinas (Summa Theologiae).
- Pengajaran para Bapa Paus, melalui ensiklik, anjuran apostolik, serta pengajaran lisan dalam homili, seremoni, dan pidato.
- Dokumen-dokumen Gereja, seperti hasil sinode dan konsili, antara lain: Dignitatis Humanae (1965), Gaudium et Spes (1965), dan Justice in the World (1971).
Ringkasan Nilai Ajaran Sosial Gereja
- Membela martabat manusia: menghargai hak-hak asasi, membangun keluarga, serta menjamin kebebasan beragama.
- Bertujuan pada kesejahteraan umum.
- Solidaritas: mendukung partisipasi dan kerja sama dalam serta antar kelompok masyarakat.
- Subsidiaritas: memberdayakan kelompok-kelompok dalam masyarakat.
- Keberpihakan kepada kaum miskin dan mereka yang tersingkirkan.
Lima Pokok Ajaran Sosial Gereja Menurut Bapa Uskup KAJ
Menurut Bapa Uskup Agung Jakarta, Monsinyur Ignatius Kardinal Suharyo, Ajaran Sosial Gereja dapat dirangkum dalam lima pokok utama:
- Menghargai martabat manusia.
- Mengusahakan kebaikan bersama.
- Merawat dan mengembangkan solidaritas.
- Memberi perhatian lebih kepada saudara-saudari yang kurang beruntung.
- Merawat alam ciptaan sebagai rumah kita bersama.
Relevansi Ajaran Sosial Gereja dalam Dunia Modern
Ajaran Sosial Gereja memberikan panduan etis dalam menghadapi berbagai isu global masa kini, antara lain:
- Kemiskinan dan ketidakadilan ekonomi, misalnya melalui Anjuran Apostolik Evangelii Gaudium (Paus Fransiskus I, 26 November 2013).
- Perubahan iklim, ditegaskan dalam ensiklik Laudato Si’ (Paus Fransiskus I).
- Migrasi dan pengungsi, yang juga disoroti dalam Evangelii Gaudium.
- Teknologi dan etika, melalui dokumen Antiqua et Nova: Note on the Relationship Between Artificial Intelligence and Human Intelligence (28 Januari 2025).
Referensi:
1. Ingrid Listiati, Katolisitas.org (17 Agustus 2009):
Apakah itu Ajaran Sosial Gereja?
2. Stefanus & Ingrid, Katolisitas.org (24 Januari 2012):
Apakah Nilai-nilai Ajaran Sosial Gereja?
3. Redaksi Gereja Katolik Naimata (8 Januari 2025):
Ajaran Sosial Gereja: Keadilan, Perdamaian, dan Kasih
4. Redaksi Kita Katolik (19 Januari 2022):
Ini Lima Pokok Ajaran Sosial Gereja
5. Katekese Katolik Blogspot (November 2013):
Ringkasan Anjuran Apostolik Evangelii Gaudium
6. Redaksi Katekese Indonesia (17 Februari 2025):
Antiqua et Nova
Seperti terpilihnya Bapa Paus Fransiskus I—yang kemudian menerbitkan sejumlah ensiklik penting Ajaran Sosial Gereja—terpilihnya Bapa Paus Leo XIV tentu meneruskan ajaran warisan para Bapa Paus sebelumnya, khususnya sejak Paus Leo XIII.
Sambil menantikan ensiklik terbaru dari Paus Leo XIV, ada baiknya umat Katolik kembali mengulik makna Ajaran Sosial Gereja: sebuah ajaran besar yang intisarinya juga ditegaskan oleh Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, saat membuka Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta 2022–2026.
Ajaran Sosial Gereja tetap relevan dalam menjawab tantangan dunia modern—mulai dari isu sosial, ekonomi, kemanusiaan, lingkungan hidup, hingga etika di era digital—yang terus berkembang tanpa henti.
