Skip to content Skip to footer

One Fact E-Friday: Rerum Novarum

Facts About Rerum Novarum

Rerum Novarum = Sebuah Ensiklik

Rerum Novarum merupakan sebuah ensiklik tentang kondisi buruh pada masa setelah Revolusi Industri di Eropa (abad ke-19). Surat terbuka yang membahas situasi kelas pekerja ini diedarkan dari Vatikan kepada seluruh uskup, dan kemudian menjadi dokumen yang sangat penting sebagai tonggak kelahiran Ajaran Sosial Gereja.

Ajaran Sosial Gereja beserta Rerum Novarum hingga kini masih menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi umat manusia.

Penulis dan Waktu Terbit Rerum Novarum

Rerum Novarum ditulis oleh Paus Leo XIII sebagai jawaban atas tantangan zaman pasca Revolusi Industri yang dibarengi dengan bangkitnya paham sosialisme dan Marxisme.

Ensiklik ini diterbitkan pada tanggal 15 Mei 1891, tanggal yang kemudian menjadi acuan waktu terbit bagi sejumlah dokumen Ajaran Sosial Gereja setelahnya.

Dokumen Ajaran Sosial Gereja Setelah Rerum Novarum (Bagian 1)

  • Quadragesimo Anno – Paus Pius XI, 15 Mei 1931 (40 tahun kemudian)
  • Mater et Magistra (Ibu dan Guru) – Paus Yohanes XXIII, 15 Mei 1961
  • Pacem in Terris (Damai di Bumi) – Paus Yohanes XXIII, 11 April 1963
  • Gaudium et Spes (Kegembiraan dan Harapan) – Konsili Vatikan II, 7 Desember 1965
  • Populorum Progressio (Kemajuan Bangsa-bangsa) – Paus Paulus VI, 26 Maret 1967
  • Octogesima Adveniens (Penantian Tahun ke-80) – Paus Paulus VI, 15 Mei 1971

Dokumen Ajaran Sosial Gereja Setelah Rerum Novarum (Bagian 2)

  • Justicia in Mundo / Convenientes ex Universo – Sinode Para Uskup di Roma, 1971
  • Laborem Exercens (Kerja Manusia) – Paus Yohanes Paulus II, 14 September 1981
  • Sollicitudo Rei Socialis (Keprihatinan akan Masalah Sosial) – Paus Yohanes Paulus II, 30 Desember 1987
  • Centesimus Annus (Tahun ke-100) – Paus Yohanes Paulus II, 15 Mei 1991
  • Caritas in Veritate (Kasih dalam Kebenaran) – Paus Benediktus XVI, 29 Juni 2009

Rerum Novarum sebagai Manifesto Sosial Gereja

Puncak warisan Paus Leo XIII (1878–1903) tercermin dalam ensiklik yang berarti “hal-hal baru” ini. Beliau pernah berkata:

“Keadilan sosial adalah bagian dari kebenaran moral.”

Melalui Rerum Novarum, Paus Leo XIII—yang terlahir dengan nama Vincenzo Gioacchino Pecci—menyatakan sikap tegas Gereja dengan:

  • membantah teori sosialisme Marxis dan menolak komunisme,
  • membela hak kepemilikan pribadi sebagai bagian dari kodrat manusia yang tidak bersifat mutlak,
  • mengecam ketidakadilan kapitalisme yang tidak terkendali.

Referensi:

1. Vinsensius SFil MM, Kompasiana (11 Mei 2025 – 13.05 WIB):
Mewarisi Rerum Novarum: Jejak Paus Leo XIII dan Arah Baru Paus Leo XIV

2. Gemaliturgi.blogspot.com:
Sekilas tentang Dokumen-dokumen Ajaran Sosial Gereja

3. Wikipedia Bahasa Indonesia:
Rerum Novarum

Setelah terpilihnya Bapa Paus Leo XIV, dunia dan seluruh umat Katolik mulai memikirkan arah kepemimpinan dan kebijakan beliau. Sosok Paus Leo XIII kembali mendapat sorotan utama, terutama dalam berbagai komunitas Gereja Katolik, bersamaan dengan bangkitnya kembali perhatian pada Ajaran Sosial Gereja di tengah tantangan dunia modern dan revolusi digital.

Menimbang kondisi dunia yang terus berubah, memori umat beriman Katolik kembali diingatkan pada salah satu dokumen Vatikan paling penting, yakni Rerum Novarum. Ensiklik ini lahir sebagai respons Gereja atas fenomena besar abad ke-19, ketika dunia mengalami perubahan sosial dan ekonomi yang radikal—sebuah tantangan yang, dalam konteks berbeda, masih kita hadapi hingga hari ini.

Fakta-fakta di balik Rerum Novarum, Paus Leo XIII, Ajaran Sosial Gereja, dan Revolusi Industri kiranya membantu kita memahami bagaimana iman Gereja terus berdialog dengan realitas zaman.

Go to Top