Skip to content Skip to footer

Katakese Sabtu Suci dan Vigili Paskah

Apa itu Sabtu Suci?

Sabtu Suci adalah saat Tuhan Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk memberitakan Injil (Bdk. Missale Romanum, Sabbato sancto; Symbolum Apostolorum; 1 Ptr 3: 19).

Hal ini terjadi setelah Jumat Agung sampai menjelang Vigili Paskah dan ini adalah kurun waktu kedua dalam rangkaian Tri Hari Suci Paskah dalam Gereja Katolik.

Pada sabtu suci ini, Gereja tinggal di makam Tuhan, merenungkan Penderitaan, Wafat dan turun-Nya ke alam maut dan menantikan Kebangkitan-Nya dengan puasa dan doa

Adakah sebutan lain untuk Sabtu Suci?

Dibandingkan dengan Kamis Putih dan Jumat Agung, Sabtu Suci punya lebih banyak nama. Nama lain yang sering dipakai adalah Sabtu Sunyi atau Sabtu Sepi untuk merujuk pada keheningan (silentium) sebagai ungkapan duka karena wafat Tuhan Yesus.

Sabtu Suci juga disebut “Sabbatum Sanctum” (latin) yang berarti Hari Sabat Suci. Di Portugal dan Brasil disebut Sabtu Haleluya; dan di Filipina disebut Sabtu Agung.

Selain itu, masih ada sebutan lainnya seperti: Sabtu Pekan Suci, Sabtu Agung dan Suci, dan Sabtu Hitam.

Apa yang bisa kita lakukan pada hari Sabtu Suci sebelum Misa Vigili Paskah?

  1. Pertahankan keheningan dan kesunyian karena masih dalam suasana duka dan juga doa. Doakan jiwa-jiwa yang sudah meninggal dan yang berada di Api Penyucian.
  2. Membaca, mendoakan atau merenungkan beberapa Mazmur seperti Mazmur 16, Mazmur 24, dan Mazmur 143. Bisa juga mengambil dari Filipi 2:6-11.
  3. Jika memungkinkan, berkunjunglah ke makam-makam Katolik dan membersihkannya.
  4. Bagi kamu adalah wali baptis, sapalah anak-anak baptismu dengan perangkat digital atau menelpon langsung. Ajaklah mereka untuk setia pada kewajiban rohani di gereja.

Apakah pada hari Sabtu Suci ada Perayaan Ekaristi? Bagaimana dengan sakramen lainnya?

Pada Sabtu Suci (pagi), Gereja tak merayakan Kurban Misa.

Perayaan Ekaristi baru dilakukan pada malam hari, yaitu Misa Vigili Paskah. Waktu perayaan di Sabtu malam ini sesuai dengan praktik kuno.

Pada hari Sabtu Suci ini, kecuali Sakramen Rekonsiliasi (Tobat) dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, tidak ada pelayanan.

Penerimaan komuni kudus hanya bagi mereka yang berada dalam bahaya maut, sebagai bekal suci.

Sakramen pernikahan tentu saja dilarang.

Apakah itu Misa Vigili Paskah?

Kata “vigili” berasal dari kata dalam Bahasa Latin yang berarti berjaga-jaga atau bersiap-siap, untuk menyongsong sebuah kejadian penting. Peristiwa yang disambut tentulah kebangkitan Tuhan yang mulia.

Perayaan Ekaristi pada petang/malam sesudah matahari terbenam di hari Sabtu ini merupakan yang paling penting dalam seluruh liturgi Gereja. Vigili Paskah juga dianggap sebagai vigili yang terpenting di antara semua vigili lainnya, bahkan Santo Agustinus menyebutnya sebagai “ibu dari segala vigili”. (Sermo 219, Patrologia Latina, 38:1088).

Inti perayaannya: berjaga dalam doa, lagu, dan permenungan Sabda Tuhan, untuk menyongsong saat kebangkitan Tuhan yang dilambangkan dengan api baru, terang baru, lewat Lilin Paskah: lumen Christi, terang Kristus, terang dunia.

Bagaimana Struktur Misa Vigili Paskah?

  1. Upacara Cahaya: pemberkatan api baru oleh imam, diteruskan dengan prosesi Liturgi Cahaya yang mengantar Lilin Paskah ke altar gereja. Mengenangkan perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, dituntun oleh Tuhan Allah lewat tiang api dan tiang awan.
  2. Liturgi Sabda: pembacaan Kitab Suci dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang diselingi dengan Mazmur dan doa singkat yang dipimpin oleh imam.
  3. Liturgi Baptis: diawali dengan pemberkatan air dalam bejana baptis, pembaruan janji baptis dan diakhiri dengan Doa Umat.
  4. Liturgi Ekaristi: diawali dengan Persembahan, kemudian Prefasi Paskah dan Doa Syukur Agung. Diakhiri dengan Berkat Meriah Paskah, dan misa ditutup dengan nyanyian Alleluya sebanyak 3 kali.

Mengapa sejak Misa Vigili Paskah, imam mengakhiri misa dengan seruan “alleluya” sampai 3 kali?

Seruan “alleluia” adalah pujian kepada Tuhan. Masa Paskah berlangsung sejak Minggu Paskah hingga Hari Raya Pentakosta, jadi selama 50 hari.

Secara istimewa dalam masa itu, Gereja memuji dan memuliakan Tuhan lebih meriah, sebab Kristus Sang Anak Domba sudah dikorbankan dan dibangkitkan dengan jaya (Prefasi Paskah).

Menurut Santo Atanasius: Waktu 50 hari, dari Minggu Paskah, dirayakan dengan penuh sukacita sebagai satu perayaan besar, sebagai “hari Minggu Agung”.

Ungkapan 3 kali Alleluya tak lain dari pernyataan syukur dan ungkapan pujian tak terhingga dari Gereja kepada Allah. Tiga kali juga bisa menjadi lambang doa, seruan yang penuh kesungguhan, bahkan terus menerus.

Mengapa Misa Vigili Paskah diadakan pada malam hari?

Pada tahun 1951, Paus Pius XII memulai kembali Perayaan Paskah pada hari Sabtu malam sesudah matahari terbenam. Dengan keputusan beliau ini, Bapa Suci menegaskan dan menekankan bahwa Vigili Paskah itulah pesta Paskah yang sesungguhnya.

Alasan kuat perayaan pada Sabtu Suci malam hari sesudah matahari terbenam adalah mengikuti tradisi dan budaya orang Yahudi yang menghitung hari mulai dari malam, bukan pagi hari.

Sumber

  1. Dr. Petrus Maria Handoko CM, Dari Pra Sampai Paskah, Penerbit Dioma, 2014
  2. Romo Terry Ponomban Pr, Sesawi.net, 11 April 2020
  3. Nathanael Ricardo, Transformasi.com, 8 Maret 2022
  4. Umar, Detiksulsel, 8 April 2023
Go to Top