KATEKESE KAMIS PUTIH
Apa itu Kamis Putih?
Kamis Putih adalah peringatan untuk mengenang kembali Perjamuan Terakhir Tuhan Yesus bersama kedua belas murid-Nya, yang menjadi liturgi pertama dari Tri Hari Suci Paskah dalam Gereja Katolik.
Disebut “Kamis Putih” untuk menunjuk pada warna liturgi putih yang dipakai sebagai simbol kemuliaan dan cinta kasih.
Adakah sebutan lain untuk Kamis Putih?
Dalam Bahasa Inggris biasanya disebut Holy Thursday atau Maundy Thursday.
Kata “maundy” dalam Bahasa Inggris berasal dari kata bahasa Latin “mandatum” yang berarti perintah yang wajib dilakukan. Maka, Maundy Thursday mau merujuk pada momen saat Tuhan Yesus memberi perintah baru untuk saling mengasihi satu sama lain; simbolnya adalah pembasuhan kaki.
Mengapa menggunakan warna putih?
Warna liturgi putih pada hari Kamis Putih melambangkan kemuliaan dan cinta kasih, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Warna ini juga melambangkan kesucian diri saat Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya kepada Allah Bapa secara total dengan rela menderita sengsara bahkan hingga wafat di kayu salib.
Warna liturgi lain Kamis Putih adalah kuning muda, namun warna ini jarang dipakai atau diperlihatkan.
Apa saja keistimewaan pada perayaan Kamis Putih?
- Biasanya pada pagi harinya, Uskup merayakan Misa Krisma dengan para imamnya (ungkapan kebersamaan para imam dengan Uskup dalam satu imamat Kristus).
- Misa Perjamuan Terakhir atau Misa Kamis Putih diadakan pada petang/malam hari.
- Saat perayaan, tabernakel kosong dan semua isinya diletakkan di tempat baru yang sudah disiapkan.
- Altar dikosongkan dari berbagai hiasan atau penutup.
- Dalam Misa Kamis Putih, imam biasanya melakukan pembasuhan kaki.
- Umat diundang untuk mengikuti tuguran atau malam berjaga bersama Sakramen Mahakudus.
Apa saja kekhususan pada liturgi Misa Kamis Putih?
- Liturgi Pembuka: “Gloria” dinyanyikan, lonceng-lonceng dibunyikan, bila lazim, dan setelah itu hening sampai Gloria di malam Paskah, kecuali jika ditentukan lain oleh Konferensi Waligereja atau Uskup setempat.
- Liturgi Sabda disertai dengan upacara pembasuhan kaki, untuk mengenang pembasuhan kaki para murid Tuhan Yesus.
- Prosesi Sakramen Mahakudus: selain Doa Sembah Sujud, ada juga perarakan sakramen, dan pemberkatan umat. Lalu Sakramen Mahakudus disimpan dalam sebuah tabernakel yang lain, berbeda dari tabernakel utama.
Apakah perbedaan Misa Krisma dengan Misa Kamis Putih?
Misa Krisma merupakan pertemuan seluruh keluarga keuskupan (Bapa Uskup, para imam, dan umat terpilih dari tiap paroki di keuskupan) yang dirayakan di gereja Katedral, dan dipimpin oleh Bapa Uskup sebagai pucuk pimpinan.
Disebut Misa Krisma karena dalam misa ini, Bapa Uskup memberkati tiga macam minyak yang akan dibagikan kepada para imam di semua paroki. Ketiganya adalah minyak untuk katekumen, minyak untuk orang sakit, dan minyak krisma.
Misa Kamis Putih diadakan pada sore dan malam hari untuk mengenang Perjamuan Terakhir Tuhan Yesus bersama para murid-Nya di setiap gereja Katolik.
Apa saja syarat untuk pembasuhan kaki?
Dalam Ekaristi, imam adalah alter Christus (Kristus yang lain), sehingga hanya boleh imam yang melakukan pembasuhan kaki pada Misa Kamis Putih.
Biasanya orang-orang yang dibasuh kakinya berjumlah 12 orang yang semuanya pria, lambang para rasul utama. Namun pada suatu Kamis Putih, Paus Fransiskus membasuh kaki 2 wanita yang salah satunya Muslim dan 1 orang Orthodox dalam kumpulan 12 orang. Tindakan Bapa Paus ini menyiratkan bahwa Tuhan Yesus Kristus beserta Gereja-Nya datang untuk melayani dan menyelamatkan semua orang tanpa terkecuali: pria dan wanita, anak-anak, orang sakit, narapidana, bahkan yang tidak beragama Kristiani.
Biasanya untuk mengiringi pembasuhan kaki dinyanyikan lagu Ubi Caritas Deus ibi est yang berarti “di mana ada cinta kasih, di situ Tuhan hadir”.
Apa itu tuguran sesudah Misa Kamis Putih?
Tuguran adalah doa di depan Sakramen Mahakudus pada Kamis Putih malam untuk:
- Menemani Yesus Kristus yang berdoa kepada Bapa-Nya di Taman Getsemani dalam sakrat maut-Nya.
- Menjawab permintaan Yesus Kristus di taman itu: Tidak mampukah kamu berdoa dan berjaga bersama Aku, biar hanya satu jam saja?
- Menghaturkan sembah bakti syukur dan pujian kepada Yesus Kristus yang menyerahkan tubuh dan darah serta roh-Nya untuk keselamatan kita.
Maka, umat biasanya diberi kesempatan “berjaga” sambil berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus secara silih berganti antar kelompok.
Apa saja makna Kamis Putih?
- Kenangan malam terakhir Tuhan Yesus Kristus bersama para murid-Nya, sebelum sengsara dan wafat-Nya di salib.
- Perintah untuk merayakan Ekaristi dan pesan untuk saling mengasihi.
- Pelayanan sebagai bentuk cinta kasih kepada sesama, melalui peristiwa pembasuhan kaki para murid yang Tuhan Yesus Kristus lakukan.
- Kerendahan hati dalam pembasuhan kaki para murid sebagai tanda pengorbanan dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.
- Persahabatan dalam komunitas di dalam pemberian roti dan anggur sebagai tanda persatuan dan keterikatan antara Tuhan Yesus Kristus dengan para murid-Nya.
- Pengorbanan diri Tuhan Yesus dalam Perjamuan Terakhir sebagai tanda kasih-Nya yang besar kepada manusia.
- Pentingnya sebuah doa terutama dalam situasi sulit dan penuh cobaan, seperti kisah awal di Taman Getsemani.
- Kesetiaan baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.
- Pengampunan dengan cara Tuhan Yesus Kristus yang memberikan diri-Nya sebagai korban pengampunan dosa umat manusia dalam Perjamuan Terakhir.
- Persatuan dalam Gereja yang sangat penting, serta peran Ekaristi dalam membawa persatuan ini.
Sumber
- Dr. Petrus Maria Handoko CM, Dari Pra Sampai Paskah, Penerbit Dioma, 2014.
- Edeltrudizh, Katolikpedia: “Ini 11 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Kamis Putih”, 14 April 2022 (no. 1, 2, 4, 7, 11).
- Robert, Pinka Wima (editor), IDN Times: “Mengenal Makna Kamis Putih, Sebagai Bentuk Pelayanan”, 8 April 2025 (no. 2 & 3).
- Romo Terry Ponomban Pr, Sesawi.net: “Triduum Trihari Suci dan Minggu Paskah: Mengapa dan Apa itu Kamis Putih? (1)”, 9 April 2020 (no. 1, 2, 5, 6, 8, 10).
